Liburan yang Tak Terlupakan 02

176hu

Sambungan dari bagian 01

Sekitar satu jam kemudian, muncullah mereka berdua dari pintu kamar Yeyen.
“Gilaa…”, pikirku, lama sekali mereka begituan. Mas Zani dan Yeyen tersenyum geli pertama kali melihatku, mungkin mereka menganggap tingkahku di dalam kamar tadi lucu, lalu Mas Zani bertanya.
“Don, kamu mau ikut renang?”.
“Mau sich…, tapi aku tidak bawa celana renang tuch..”, jawabku agak kecewa.
“Tidak pa-pa kok, ntar kita bisa pinjam celana renang di sana..”.
Ya sudah, akhirnya jadi dech…, Setelah berpamitan, Mas Zani dan aku pulang. Di rumah kami langsung mempersiapkan segala kebutuhan renangnya.

Jam menunjukkan sekitar pukul 16.30, kami bersiap pergi. Tepat waktu Mas Zani hendak menyalakan mobil, ada suara teriakan.
Ternyata sepupu Mas Zani, “Mobilnya mau dibawa papanya lho…”, katanya.
“Sial!” gerutu Mas Zani. Terus akhirnya Mas Zani telepon taksi, beberapa menit kemudian datang, lalu kami ke tempat kos Yeyen dulu untuk menjemput Yeyen. Eh, ternyata tidak hanya Yeyen yang ikut, tapi adiknya, Lenny, diajak serta.
Aku tanya pada Lenny, “Lho, kok kamu ikut, katanya sakit tenggorokan. Nanti ikut renang?”.
“Iya dong…, tidak Papa, nemenin Yeyen nich…” jawabnya enteng. Wah, nekat juga ini anak, pikirku.

Taksi kami langsung meluncur ke Graha Residen, di sana ada kolam renangnya yang cukup besar dan ramai, termasuk para turis. Yeyen, Lenny, dan aku yang belum bisa berenang cuma berputar-putar saja di pinggiran, sedangkan Mas Zani berkelana ke sana ke mari dengan bebasnya.

Waktu ada kesempatan, aku tanya pada Mas Zani soal Yeyen. Ternyata dia baru kenal Yeyen dua minggu, dan pertemuan pertamanya di kolam renang. Seminggu kemudian mereka langsung pacaran, lalu besoknya mereka melakukan hubungan badan. Mas Zani baru pertama kali itu bersenggama, sedangkan Yeyen sepertinya sudah berkali-kali, soalnya kata Mas Zani, Yeyen sudah tidak perawan lagi.
Mas Zani juga bilang, “Kata Yeyen tuh si Lenny masih perawan, dianya agak menyesal juga pacaran sama Yeyen, bukan sama Lenny yang masih perawan”.

Aku sempat ngobrol juga sama Lenny, yang sepertinya cuma bersandar saja di pinggiran. Sekitar jam 19.00 kami selesai renang dalam keadaan menggigil kedinginan, lalu setelah itu memanggil taksi Zebra, karena entah kenapa, Graha Residen hanya menyediakan taksi Zebra. Tidak kuduga, ternyata taksinya lama sekali datangnya, kami ngobrol-ngobrol lama juga. Mas Zani asyik ngobrol dengan Yeyen, sedangkan Lenny yang kelihatannya dicuekin mulai kuajak ngobrol.

Ternyata Lenny ini masih SMU kelas 2. Selain suka rokok, katanya dia juga suka minuman keras. Hmm, aku jadi mikir apakah dia juga suka obat-obatan dan…, free seks. Tapi aku tidak berani menanyakannya, terlalu dini ah. cuma yang aku perhatikan, Lenny agak tersipu-sipu menjawab pertanyaanku, dan dia tidak berani menatapku secara langsung, malah sepertinya menunduk terus. Good sign, pikirku.

Mungkin sekitar setengah jam kemudian baru taksinya datang. Lama banget sich…
Akhirnya sampai juga, setelah mengantarkan Yeyen dan Lenny, saya dan Mas Zani pulang. Aku asyik memikirkan pengalamanku barusan, memperhatikan orang melakukan hubungan seks.

Sekitar jam 20.30, Mas Zani mengajakku pergi, mau mengembalikan VCD. Ya sudah, aku ikut saja, siapa tahu diajak makan juga, berhubung perutku mulai lapar nich. Walau naik sepeda motor, kami tidak pakai helm, katanya tempat persewaan VCD-nya dekat. Eh, ternyata memang dekat sekali dan tidak melewati jalan raya. Setelah itu Mas Zani bertanya, “Don, aku mau mampir ke tempat Yeyen nich… Kamu ikut tidak?”. Walau perutku agak keroncongan, berhubung aku “kangen” juga sama Lenny, pingin ngerjain gitu, akhirnya aku setuju.

Sesampainya di sana, ternyata banyak orang nongkrong di ruang tamu rumah kos itu. Uniknya, yang cewek cuma dua, Yeyen dan Lenny, lainnya ciban semua, ada 4 orang. Aneh sekali, pikirku. Begitu sampai, Mas Zani langsung berciuman dengan Yeyen lalu mereka langsung masuk kamar dan.., klik, Aduh.., mau ngapain lagi mereka, gila bener…

Terpaksa, karena aku sudah telanjur di sana, aku ngobrol dengan orang-orang di situ. Aku sebetulnya lebih suka mengobrol dengan Lenny, tapi sayang teman-temannya selalu menggangguku.
“Ih kamu ganteng dech, kita main seks yuk…”.
Agak senang juga aku dipuji tapi main seks dengan mereka, mimpi saja tidak.
Lalu akhirnya aku punya ide, aku tanya Lenny, “Kamu satu kamar sama Yeyen, yach?”
“Tidak tuch, aku sewa kamar sendiri”, jawabnya.
Kebetulan, pikirku, “Hmm…, di mana tuch, aku lihat dong…”

Sesuai perkiraanku, akhirnya dia mau menunjukkan kamarnya. Kamarnya persis di depan kamar Yeyen, dan lebih tidak rapi dibanding kamar Yeyen. Sambil pura-pura mengamati kamarnya, aku lalu menutup pintu agar dia tidak curiga, aku langsung bertanya padanya, “Kamu suka tinggal di sini?”. Lalu akhirnya kami ngobrol dan bercanda di atas ranjangnya, bersandar di tembok. Seperti yang kuduga, dia masih terus menunduk tersipu-sipu menjawab pertanyaanku, tidak seperti waktu dia ngobrol dengan teman-temannya, menguatkan istingku kalau sebetulnya dia suka padaku.

Di tengah-tengah obrolan, aku tanya, “Lenny, kamu kan suka ngerokok, apa tidak dimarahi cowokmu tuh?”.
Dia tertawa kecil, lalu menjawab, “Suka-suka aku dong, Don, aku belum punya cowo tuch…”.
Ahh…, kebetulan sekali, pikirku, lalu aku menggodanya, “Ah masa…? Aku tidak percaya ah…, Kamu kan cantik…, pasti banyak cowok yang ngelirik kamu…”
Rupanya dia agak GR juga dengan pujianku, lalu sambil ketawa lirih dia cuma bilang, “Ah kamu..”.
“Iya bener lhoh…”
Dia diam sebentar, lalu dia menoleh ke arahku, dan mulai memandangku. Aku menatapnya, lalu aku tersenyum. Kami berpandangan beberapa saat. Hmm, betapa cantiknya dia, pikirku.

Merasa ada kesempatan, segera kuarahkan tangan kananku pelan-pelan ke tangan kirinya, lalu kugenggam dan kuremas pelan-pelan. Dia agak kaget dan menghela napas panjang, seolah tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Pelan-pelan pula, badanku kuhadapkan ke arahnya dan kutaruh tangan kiriku di pinggangnya, lalu wajahku mulai mendekati wajahnya. Aku mulai bisa merasakan nafasnya yang semakin cepat dan tidak beraturan. Akhirnya dia memejamkan mata, lalu kucium lembut keningnya, lalu pipi kanannya, lalu pipi kirinya. Aku terdiam sebentar. Matanya masih tetap terpejam. lalu perlahan-lahan kucium bibirnya yang lembut itu. Dia membalas dengan menggerak-gerakkan mulutnya. Aku memeluknya, lalu kami saling mengulum bibir, lalu memainkan lidah…, Hmm nikmat sekali.

Beberapa saat kemudian, aku hentikan permainan bibir itu lalu aku terdiam. Matanya terbuka, tatap matanya serasa seperti bertanya-tanya. Lalu aku menciumi bibirnya lagi sambil pelan-pelan merebahkannya di atas ranjang. Dia menurut saja, membuatku semakin bernafsu. Lalu aku cium dia pelan-pelan sedangkan tanganku meraba-raba dan meremas-remas payudaranya yang cukup besar, “Emhh…, Emh…” dia cuma melenguh saja membuat gairahku menjadi semakin naik saja.

Segera kusingkapkan T-Shirt yang dipakainya ke atas, lalu kuciumi dan kujilati dadanya yang aduhai itu, “Ahh…, Emhh..”, badannya bergoyang-goyang kecil, membuat nafsuku semakin naik. Waktu mau kubuka kancing BH-nya, dia mengangkat badannya sehingga memudahkanku, lalu kujilati putingnya dan kuhisap-hisap selama beberapa menit, “Emhh…, Ahh…, Ahh…”

Aku sudah tidak tahan lagi, langsung kubuka celana panjangnya lalu kupelorotkan, kujilati kemaluannya dari luar sebentar, lalu segera kupelorotkan juga. Hmm…, ternyata rambut kemaluannya masih lebat, jauh lebih lebat daripada kakaknya, sedangkan lubang kemaluannya masih sangat rapat. Ahh…, baru percaya aku kalau dia masih perawan. Kujilati clitoris vaginanya yang sangat menggairahkan itu, dia terengah-engah, “Ahh…, Ahh..”, dan sesekali tubuhnya menggelinjang. Kuhisap-hisap dan kujilati bagian dalam lubangnya. Hmm…, nikmat sekali, cairan yang keluar langsung saja kutelan.

Aku sudah tidak sabar lagi, tidak sampai 5 menit aku menjilati vaginanya, segera kupelorotkan celana panjang dan celana dalamku lalu pelan-pelan kumasukkan penisku ke dalam lubang senggama Lenny. Uhh…, agak sulit juga tapi berhubung cairannya sudah cukup banyak, akhirnya masuk juga, kurasakan ada sesuatu yang menghalangi laju penisku, sepertinya selaput daranya namun kuteruskan saja pelan-pelan.

“Aduh!”, pekiknya.
“Lenny, sakit ya? Tahan ya…”, Aku terdiam sebentar, menunggu agar sakitnya hilang, lalu mulai kumasukkan lebih dalam lagi pelan-pelan.
“Lenny, masih sakit..?”.
“Iya…, tapi sudah agak…, ahh..”, Pelan-pelan sekali kumaju-mundurkan penisku di dalam vaginanya. Hmm, benar-benar nikmat…, benar-benar rapat sekali vaginanya, menjepit penisku yang merasa keenakan.
“Ahh…, ahh…, hmmhh..” akhirnya dia mulai merasa nikmat, aku jadi berani mempercepat gerakanku.
“Ahh…, Ahh…, Ahh..” Mungkin cuma sekitar 3 menit, dia sudah mulai terangsang sekali.”Ah…, Don…, Ah Don…, Aku sepertinya mau…, ahh..”, Sepertinya dia mau orgasme, akhirnya kupercepat gerakanku dan, “Ahh…, Ahh nikmat Don…, aduh nikmat sekali Don..”. Aku belum orgasme, lalu kutarik penisku dan kugesek-gesek sendiri dengan cepat dengan tanganku. “Ahh…”, akhirnya aku orgasme juga, spermaku bertebaran di perutnya.

Setelah kami membersihkan spermaku, kami mandi bersama-sama, setelah itu kami ngobrol-ngobrol juga di atas ranjang, sambil bermesraan layaknya orang pacaran. Tapi sungguhpun begitu, aku tidak mencintai dia sama sekali dan tidak menganggapnya sebagai pacar, walaupun sebetulnya aku sendiri juga belum punya pacar, jahat juga yah aku.
Beberapa puluh menit kemudian pintu diketuk oleh Mas Zani dan akhirnya kamipun pulang, sampai di rumah sudah sekitar jam 11 malam. Begitu melelahkan…, namun begitu nikmat. Aku baru bisa tidur sekitar jam 2 pagi, entahlah, membayangkan macam-macam.

Semenjak itu aku sudah tidak pernah lagi bertemu dengannya, pernah aku mencoba meneleponnya tapi karena ada gangguan Telkom (suara tidak jelas, crosstalk) maka terpaksa tidak dilanjutkan, dan aku tidak pernah meneleponnya lagi. Tanggal 26 Mei kemarin aku pulang ke kota K. Mungkin nanti awal Juni aku mau ke Surabaya lagi, bertemu dengan dia. “Ahh…”, akan kunantikan saat itu.

TAMAT

16 Comments on "Liburan yang Tak Terlupakan 02"

  1. Carmel Holidays Tour dan TravelTravel Agent Travel . carmel holidays tour dan travel Carmel Holidays mempersembahkan liburan yang kami mempersembahkan paket liburan yang tak terlupakan di Asia .

  2. Inggrid Widjanarko | 19/11/2009 at 10:32 | Balas

    Review on Desa Sawah Kids Holiday Spots Liburan Anak . tempat lokasi liburan dan memberikan promo spesial tempat liburan yang paling pas Kids Holiday Spots Restaurants yang tak terlupakan.

  3. Wichita Satari | 19/11/2009 at 23:22 | Balas

    Yang Tak Terlupakan YouTube. Nobody But You By Alain Barrire Ricky Hartawan Frans Mamesah dan Sutan Zulkarnain.

  4. Juwita Maritsa | 20/11/2009 at 03:51 | Balas

    LIBURAN HEMAT YOGYAKARTA. panduan wisata yogyakartapanduan liburan di yogyakarta Anda akan membawa kembali kenangan manis yang tak terlupakan.

  5. Gaby Mambo | 20/11/2009 at 16:39 | Balas

    Pengalaman Liburan Tak Terlupakan. Pengalaman Liburan Tak Terlupakan Jumat 02 September 2011 Liburan ke luar negeri memang sesuatu yang sangat ditunggutunggu Tak tanggungtanggung .

  6. Angel Ibrahim | 20/11/2009 at 19:56 | Balas

    Iwan Fals Yang Terlupakan YouTube. Rating is available when the video has been rented Yang terlupakan.

  7. Mpok Atiek | 22/11/2009 at 01:32 | Balas

    Cerita dewasa Liburan yang tak terlupakan 2. Sekitar satu jam kemudian muncullah mereka berdua dari pintu kamar Yeyen Gilaa pikirku lama sekali mereka begituan Mas Zani dan Yeyen tersenyum .

  8. Peggy Melati Sukma | 22/11/2009 at 09:55 | Balas

    Liburan yang tak terlupakan Cerita Dan Komik Dewasa Blog. Liburan yang tak terlupakan 18 05 2009 Liburan sekolah kali ini sungguh memberikan ketenangan kepada kami Liburan yang menyenangkan Sukai ini .

  9. Felicya Angelista | 22/11/2009 at 10:11 | Balas

    Cerita dewasa Liburan yang tak terlupakan 1. Namaku Doni aku tinggal di kota K Tanggal 22 Mei 1999 yang lalu aku pergi ke Surabaya untuk liburan sambil refreshinglah Setelah berputarputar .

  10. Lia Ananta | 22/11/2009 at 15:49 | Balas

    Indonesia Bloger Penggunaan dan Pengertian RECOUNT dalam . Apa pengalaman yang tak terlupakan Mr dan Mrs Henry berencana untuk menghabiskan liburan mereka dengan pergi ke Pengertian dan Penggunaan Teks REPORT Text .

  11. Maria Oentoe | 23/11/2009 at 12:48 | Balas

    colongan yang tak terlupakan. colongan yang tak terlupakan Closed Thread liburan taon baru yang nekatt report telat ni hari kamis tgl 02 01 2014 kapal no name.

  12. Jill Gladys | 23/11/2009 at 13:33 | Balas

    New Zealand Lord of The Ring The Hobbiton Golden Rama . Pastinya akan menjadi liburan yang tak terlupakan Golden Moments Overview Itinerary SATURDAY 0845 AM 0200 PM 19992012 Golden Rama Tours and Travel .

  13. Shenny Andrea | 23/11/2009 at 21:41 | Balas

    Henny Kristianus on Instagram Liburan sekolah yang tak . hennykristianus Liburan sekolah yang tak terlupakan FreeMedicalCamp by our Volunteers from CLCC Bandung Would love to share the experiences of our Volunteers .

  14. Tania Hardjosubroto | 24/11/2009 at 00:01 | Balas

    LIBURAN HEMAT YOGYAKARTA 4D3N ANCIENT JOGJA SOLO . panduan wisata yogyakartapanduan liburan di yogyakarta 02 Agustus 2013 Anda akan membawa kembali kenangan manis yang tak terlupakan.

  15. Berliana Febrianti | 24/11/2009 at 02:05 | Balas

    02 yang tak terlupakan 4shared. 02 yang tak terlupakandownload from 4shared 02 yang tak terlupakan is hosted at free file sharing service 4shared .

  16. Nuri Shaden | 24/11/2009 at 11:25 | Balas

    HOME Ladita Tour. Belajar sambil berwisata dan mengenal alam lebih dekat akan membuat liburan yang tak terlupakan dari kami dan keseruan yang tak terlupakan leave your home .

Leave a comment

Your email address will not be published.


*